foodtech

Penggunaan Mikropipet

Penggunaan  MikropipetMikropipet digunakan untuk memindahkan secara akurat suatu larutan/cairan dalam volume kecil. Pipet biasa seperti pipet gelas tidak memiliki keakuratan pada volume kurang dari 1 mililiter (1 ml), sedangkan mikropipet memiliki keakuratan dan ketepatan pada volume kurang dari 1 mililiter (1 ml).

Dalam menggunakan mikropipet, yang perlu diperhatikan adalah volume cairan yang akan dipindahkan. Ada beberapa jenis mikropipet berdasarkan volumenya, jenis mikropipet yang sering digunakan memiliki kisaran 10-100 mikro liter (μl) dan 100-1000 mikro liter (μl). Pada penggunaanya, biasanya dilakukan kombinasi pemakaian kedua jenis mikropipet ini, misalnya untuk memindahkan 1030 μl cairan, maka digunakan pipet jenis pertama untuk memindahkan 30 μl dan pipet jenis kedua untuk memindahkan cairan sebanyak 1000 μl. Pemilihan jenis pipet yang tepat ini penting untuk menghemat waktu.

Bagaimana menggunakan mikropipet?

Tentunya cara penggunaan mikropipet tergantung dari tipe/ jenis mikropipet itu sendiri, akan tetapi secara umum penggunaan mikropipet sebagai berikut:

 

Status Peraturan-peraturan tentang HACCP di Dunia

Keharusan penerapan metode HACCP dalam peraturan-peraturan tentang pangan di seluruh dunia telah menjadi semakin penting.   Di Amerika Serikat badan-badan yang berwenang (FDA  dan Departemen Pertanian) telah mengeluarkan peraturan yang mensyaratkan agar produk-produk daging, unggas atau perikanan yang akan dijual di Amerika Serikat diolah dengan  sistem  yang menerapkan metode HACCP.  Pada tahun 1995, FDA juga mengusulkan  agar perusahaan-perusahaan penghasil sari buah dan  sayur  juga  menerapkan  sistem HACCP.  Sejak tahun 1992, The  National  Advisory Committee  on  Microbiological Criteria  for Foods (NACMCF) telah memasukkan prinsip-prinsip umum dan penuntun HACCP sebagai bagian dari saran-saran yang mereka keluarkan.  NACMCF  juga  telah  menegaskan bahwa pemerintah harus berperan untuk mengeluarkan  peraturan  yang mewajibkan penerapan syarat-syarat HACCP, memastikan  bahwa rencana penerapan HACCP dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip umum dan penuntun HACCP, mengeluarkan batas kritis yang diwajibkan jika perlu dan memastikan bahwa setiap rencana penerapan HACCP yang dibuat cukup memadai untuk menjamin keamanan  pangan.

Di  Amerika  Serikat, masing-masing  lembaga telah mengembangkan dan menerapkan syarat-syarat HACCP yang sesuai dan telah mengembangkan sistem penilaiannya.

 

Apa itu HACCP?

Codex Alimentarius Commission  menjabarkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai berikut:

  • Suatu sistem yang memiliki  landasan  ilmiah dan yang secara sistematis mengidentifikasi potensi-potensi bahaya tertentu serta cara-cara pengendaliannya untuk menjamin keamanan pangan.
  • Sebuah alat untuk memperkirakan potensi bahaya  dan  menentukan  sistem pengendalian yang berfokus pada pencegahan terjadinya  bahaya  dan bukannya sistem yang semata-mata bergantung pada pengujian produk akhir.
  • Sebuah  sistem yang mampu mengakomodasi perubahan-perubahan seperti perkembangan dalam rancangan alat, cara pengolahan atau perkembangan teknologi.
  • Sebuah konsep yang dapat diterapkan pada seluruh rantai makanan dari produksi primer  hingga  konsumsi  akhir, dimana penerapannya dipandu oleh bukti-bukti ilmiah tentang resiko terhadap kesehatan manusia.

Dalam penerapan HACCP, Codex Alimentarius Commission menyebutkan bahwa:

  • Penerapan HACCP yang berhasil memerlukan  komitmen  yang  utuh  dan keterlibatan manajemen serta kerja keras.
  • Hal  tersebut  memerlukan pendekatan multidisipliner, termasuk keahlian yang sesuai di bidang agronomi, kesehatan veteriner, produksi, mikrobiologi,  obat-obatan, kesehatan masyarkat, teknologi pangan, kesehatan lingkungan, kimia dan rekayasa.
  • Penerapan sistem HACCP sesuai dengan penerapan sistem management kualitas seperti seri ISO 9000 dan merupakan sistem  pilihan  diantara  sistem-sistem pengelolaan keamanan pangan.
   

Keunggulan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan (2)

Pemanasan global akhir-akhir ini menjadi isu yang hangat dan menjadi perhatian masyarakat. Kesadaran masyarakat akan bahaya dari pemanasan global dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat untuk lebih menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pemakaian kemasan yang sehat bagi lingkungan mulai menjadi pilihan masyarakat.

Penggunaan kemasan sintetis dari minyak bumi dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perlakuan terhadap kemasan sintetis yang tidak dapat didegradasi biasanya dengan membuang ke tanah dan dengan pembakaran (Rudnik, 2008). Perlakuan dengan membuang sampah plastik sintetis ke tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah. Hal ini disebabkan plastik sintetis tidak dapat  mengalami biodegradasi. Plastik sintetis hanya mengalami degradasi menjadi fragmen-fragmen polimer yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba (Fritz et al., 2000). Hal ini menyebabkan terjadinya akumulasi plastik di tanah. Dalam jangka waktu tertentu, akumulasi sampah plastik di tanah akan menurunkan kesuburan tanah.

PLA terdegradasi melalui dua tahap, yaitu tahap degradasi/fragmentasi dan tahap biodegradasi. Degradasi plastik terjadi karena panas, air, dan sinar matahari menghasilkan fragmen-fragmen polimer.  Biodegradasi terjadi ketika fragmen-fragmen polimer dikonsumsi oleh mikroorganisme sebagai makanan dan sumber energi (Helen et al., 2000) dapat dilihat pada gambar 15. Plastik sintetis tidak mengalami biodegradasi, tetapi hanya mengalami degradasi sehingga masih meninggalkan residu.

Keunggulan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan (2)

 

Keunggulan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan (1)

Poly lactic acid memiliki sifat-sifat yang mendukung untuk dijadikan kemasan sehat baik pangan maupun non pangan karena memiliki sifat- sifat pembatas (barrier) yang baik terutama untuk kelembaban dan uap air (lihat tabel 5), PLA memiliki sifat-sifat mekanis yang hampir sama dengan poly ethylene terephtalate dan poly propylene sehingga dapat diproses dengan mesin-mesin plastik yang sudah ada. Kemasan sehat harus dapat menjaga makanan di dalamnya tetap dalam kondisi baik. Sifat pembatas dan sifat mekanik yang baik pada PLA merupakan keunggulan yang menguatkan dasar pengembangan PLA sebagai kemasan sehat.

Keunggulan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan (1)

Potensi penerapan utama di dalam sektor pangan berupa biodegradable film dan kemasan termoform, sedangkan sektor non pangan potensi utamanya yaitu sebagai serat (Bastioli, 2002).Beberapa produk non pangan yang dapat dibuat dari PLA baik pangan maupun non pangan diantaranya adalah jerigen, peralatan makan, dan tas belanja. PLA memiliki sifat mekanik dan fisik yang baik (contohnya impact strength dan flexural modulus) sebagai kemasan pangan sehingga tidak mudah rusak selama pengemasan, penyimpanan, dan transportasi. PLA memiliki sifat mekanik yang hampir sama dengan plastik sintetis seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

   

Page 1 of 3

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


Protected by Copyscape DMCA Violation Scanner