Keunggulan Poly Lactic Acid sebagai Kemasan (2)
Monday, 01 February 2010 15:35
Pemanasan global akhir-akhir ini menjadi isu yang hangat dan menjadi perhatian masyarakat. Kesadaran masyarakat akan bahaya dari pemanasan global dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat untuk lebih menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pemakaian kemasan yang sehat bagi lingkungan mulai menjadi pilihan masyarakat.
Penggunaan kemasan sintetis dari minyak bumi dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perlakuan terhadap kemasan sintetis yang tidak dapat didegradasi biasanya dengan membuang ke tanah dan dengan pembakaran (Rudnik, 2008). Perlakuan dengan membuang sampah plastik sintetis ke tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah. Hal ini disebabkan plastik sintetis tidak dapat mengalami biodegradasi. Plastik sintetis hanya mengalami degradasi menjadi fragmen-fragmen polimer yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba (Fritz et al., 2000). Hal ini menyebabkan terjadinya akumulasi plastik di tanah. Dalam jangka waktu tertentu, akumulasi sampah plastik di tanah akan menurunkan kesuburan tanah.
PLA terdegradasi melalui dua tahap, yaitu tahap degradasi/fragmentasi dan tahap biodegradasi. Degradasi plastik terjadi karena panas, air, dan sinar matahari menghasilkan fragmen-fragmen polimer. Biodegradasi terjadi ketika fragmen-fragmen polimer dikonsumsi oleh mikroorganisme sebagai makanan dan sumber energi (Helen et al., 2000) dapat dilihat pada gambar 15. Plastik sintetis tidak mengalami biodegradasi, tetapi hanya mengalami degradasi sehingga masih meninggalkan residu.

Waktu penguraian PLA di tanah relatif cepat antara 2-6 minggu (Weber, 2003). Gambaran biodegradabilitas di atas secara visual dapat dilihat pada gambar 16. Pada hari ke-24 PLA mengalami fragmentasi dan pada hari ke-31 mengalami biodegradasi.

Perlakuan dengan pembakaran dapat menghasilkan gas karbondioksida. Gas karbondioksida ini dapat menyebabkan polusi udara. Jumlah sampah yang sangat banyak dapat menghasilkan gas karbondioksida yang banyak pula. Apabila gas karbondioksida ini sampai ke lapisan atmosfer maka akan terjadi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global (Fritz et al., 2000).
PLA tidak memiliki efek terhadap pencemaran lingkungan maupun pemanasan global. Hal tersebut dapat terlihat pada gambar di bawah ini.

PLA termasuk kemasan biodegradable sehingga mengalami siklus karbon yang tidak meninggalkan residu (Braun, 2000). Kemasan yang yang dibuang di tanah dapat diuraikan oleh mikroba, hasil penguraiannya kemudian digunakan oleh tanaman sebagai sumber energi dan tanaman adalah bahan baku PLA. Sifat kemasan biodegradable terurai di tanah, sehingga tidak perlu pembakaran dalam penanganan sampahnya. Hal ini merupakan nilai positif karena tidak menambah akumulasi CO2 pada atmosfer dan dapat mengurangi efek pemanasan global.

| < Prev | Next > |
|---|
