Apa pentingnya minuman isotonik (untuk orang Indonesia)
Monday, 16 February 2009 21:43
Minum adalah suatu keniscayaan bagi manusia, tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa minum. Manusia masih bisa bertahan hidup tanpa makanan selama beberapa hari tapi manusia takkan bertahan tanpa minum, begitu pentingnya minum bagi kelangsungan hidup manusia memberikan satu peluang bisnis yang sangat cerah bagi industri pangan. berbagai macam produk minuman mulai dari air putih biasa, sari buah, minuman isotonik, dan produk-produk minuman lainnya banyak tersedia di pasaran.
khusus untuk minuman isotonik, minuman jenis ini diklaim dapat menggantikan ion-ion tubuh yang hilang dan menyeimbangkan konsentrasi ion di dalam tubuh. Sepintas memang terlihat sangat baik fungsinya bagi tubuh, tetapi perlu ditelisik lebih dalam lagi seberapa penting minuman isotonik ini bagi tubuh.
Minuman isotonik banyak mengandung garam-garam dan yang paling dominan biasanya adalah natrium klorida, memang garam ini dibutuhkan manusia, tetapi jumlahnya tidak lebih dari 3 gram/hari untuk natrium dan tidak lebih dari 100 mg/hari untuk klor.
kebutuhan tersebut sebenarnya sudah tercukupi oleh asupan dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari, belum lagi kebiasaan orang Indonesia dalam memasak makanannya, semua makanan orang indonesia diberi garam, belum lagi kalau menkonsumsi ikan asin, bisa dihitung berapa banyak garam yang masuk ke tubuh,
itu artinya konsumsi garam orang Indonesia sudah dapat memenuhi kebutuhan minimum, bahkan sangat berlebih dapat mencapai 5 kali konsumsi yang dianjurkan, konsekuensinya adalah tubuh harus mengeluarkan kelebihan tersebut, semakin banyak yang dikonsumsi maka semakin berat kerja tubuh mengeluarkannya.
jadi apa pentingnya minum minuman isotonik?? sudah jelas kan
Tanpa disadari, nenek moyang Bangsa Indonesia telah memiliki pengetahuan empiris yang sangat tinggi meskipun mereka tidak bisa menjelaskan secara ilmiah. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan hal-hal empiris tersebut diteliti dan dibuktikan bahwa hal-hal empiris tersebut memiliki nilai yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Pengetahuan empiris tersebut mencakup berbagai macam bidang kehidupan termasuk 